Sabtu, 15 Desember 2012

Malingping: Warna-warni Arti Hidup dalam Harmoni


Oleh: Riki Laksa Purnama
Mahasiswa Biokimia 47

Kekosongan pikiran dalam suasana hati yang tidak bersahabat membuat langkah kaki ini melangkah dengan ketidakpastian. Ketidakpastian itu disebabkan oleh berbagai aktivitas yang dijalankan seperti kuliah, praktikum, laporan, dan tugas. Kegiatan kuliah yang sangat padat ditambah dengan berbagai macam tugas membuat pikiran ini penat, hati terasa mati dan tenaga terkuras habis. Kesibukan aktivitas di luar akademik membuat nilai-nilai UTS terjatuh sehingga menambah beban pikiran. Beban pikiran ini berdampak pada pikiran negatif sehingga mulai berpikir di benak bahwa saya tidak mempunyai tujuan hidup lagi. Semuanya sudah sirna, impian hanyalah mimpi semata, prestasi laksana angan-angan, dan tidak adanya motivasi untuk terus belajar. Bertanya pada diri sendiri, apa yang harus dilakukan? Kemana aku harus menentukan arah? Jawabannya… belum ditemukan dalam diri ini.   
Sahabat terbaik bernama Hermanto menghampiri ditengah kegalauan ini. Mahasiswa Biokimia 47 itu menanyakan kabar dan masalah yang dihadapi temannya dalam satu jurusan tersebut. Saya mencoba menjelaskan permasalahan yang saya hadapi dengan bahasa yang sederhana. Dengan kejeniusannya, Hermanto memahami permasalahannya dan memberikan pertanyaan kepadaku. Menurut kamu, arti hidup ini apa? Tanya Hermanto. Saya pun hanya bisa menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri ketika ditanya hal demikian. Hermanto tersenyum walaupun diriku tidak bisa menjawab pertanyaan yang sesimpel itu. Dia membujuk ku untuk pergi ke suatu daerah yang nantinya bisa membuat aku bisa memahami arti hidup ini, daerah itu bernama Malingping.
Pada tanggal 15-17 November 2012, saya bersiap-siap untuk pergi ke Malingping dengan janjian di depan Bank BNI, IPB. Sekitar pukul 06.00 WIB, terlihat ada dua orang sahabat kami bernama Abud dan Syahrul yang sedang menunggu sama seperti halnya saya. Pikirku mereka sama seperti saya yang tidak mempunyai tujuan hidup dan ingin mencari arti hidup. Setelah ditanya ternyata benar apa yang ku pikirkan yaitu sama-sama ingin pergi ke Malingping Alangkah baiknya Hermanto, tidak hanya mengajak saya seorang diri tapi mengajak teman-teman yang lain. Kami berempat merantau dari Bogor menuju Malingping. Kami adalah mahasiswa Biokimia, IPB yaitu Riki, Abud, Hermanto, dan Syahrul.
Malingping adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia. Kecamatan ini merupakan kecamatan terbesar kedua, setelah kecamatan Rangkasbitung dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Lebak. Jika dilihat dari google map atau peta, lokasinya berada disebelah selatan banten, kira-kira dibawah kota rangkasbitung. Jalur yang bisa dilalui ada dua jalur yaitu jalur serang dan jalur Pelabuhan ratu. Jalur pertama yang dilalui yaitu Jakarta - Serang - Pandeglang - Rangkasbitung - Gunung Kencana - Malingping. Jalur kedua yang dilalui yaitu Pelabuhan Ratu - Cisolok - Bayah - Malingping. Jalur kedua mempunyai jalanan yang relatif lebih baik dibandingkan dengan jalur pertama, melewati dari jalur ini anda bisa menikmati indahnya jalanan raya pinggir pantai yang sangat indah sekali.
Perjalanan dari Bogor menuju Malingping menggunakan bis dengan tarif Rp 20.000/orang yang berlangsung selama ± 6 jam. Jalur yang kami tempuh yaitu Jalur berangkat leuwiliang – rangkasbitung – gunung kencana – Malingping. Lihat, dengar, dan rasakan pemandangan yang indah menawan nan eksotis sepanjang perjalanan menuju Malingping. Aku mulai jatuh hati dengan daerah ini dan mencoba untuk mengeksplorasi keindahan alam yang begitu menakjubkan. Sisi kiri jalan terlihat pantai dan tempat mengumpulkan batubara sedangkan sisi kanan membentang sawah menghijau, kontras dengan bukit gundul bekas tambang batubara. Wilayah Lebak memang kaya akan tambang batubara dan emas, selain padi.
Kawanku itu begitu terpesona akan pantai dan laut di Malingping. Kecamatan Malingping terkenal dengan daerah wisata pantainya selain dengan pemandangan alam yang indah dan menawan. Jika kita berjalan  mulai  dari arah binuangeun melewati malingping menuju Bayah, kita akan menemukan ratusan tempat wisata yang alami dan masih perawan. Pantai yang ada di Kecamatan Malingping dan Kabupaten Lebak antara lain;
Pantai Bagedur merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Kecamatan Malingping – Kabupaten Lebak, Pantai Bagedur merupakan obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Pantai Bagedur terletak di desa Sukamanah kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak. Untuk menuju pantai ini sangat mudah dijangkau, karena daerah ini dilewati oleh transportasi umum dengan jarak tempuh sekitar 104 Km dari Kota Rangkasbitung. Keadaan pantainya sangat tenang dengan hamparan pasir yang bersih, dilengkapi dengan fasilitas cottage yang bergaya arsitektur tradisional yang selalu siap menawarkan kenyamanan bagi setiap wisatawan yang datang. Pantai Bagedur adalah salah satu pantai favorit. Pengunjung dari berbagai daerah sering melakukan touring ke daerah ini. biasanya pada saat hari libur Idul Fitri.
Pantai Binuangeun. Selain sebagai objek wisata pantai yang indah, Pantai Binuangeun lebih dikenal sebagai tempat pelelangan ikan terbesar di pantai Lebak selatan, dengan jaraknya yang tidak jauh dari kota Malimping sekitar 20 Km membuat tempat ini mudah dijangkau, ditempat ini dapat terlihat aktivitas nelayan yang sedang menangkap ikan dan udang, terutama pada musim kemarau, ditempat ini pula selalu dijadikan ajang wisata pancing baik scala lokal maupun nasional mengingat potensi kekayaan laut yang melimpah, ditempat ini pula terdapat objek wisata pantai yang bernama pantai Karang Malang, Pantai ini dihiasi dengan karang-karang indah yang menjorok kelaut, pohon-pohon kelapa yang nyiur melambai menambah sejuknya suasana pantai dengan pemandangan keindahan pulau Tinjil dari kejauhan.
Pantai Kembang Ranjang, Pantai karang Malang, adalah tempat yang berlokasi di kecamatan Binuangeun yang kedua pantai tersebut sangat berdekatan. Lokasi tempat ini tidak jauh dari lokasi pelelangan ikan.
Pantai Suka Hujan,  terdapat di desa Suka Hujan. Lokasinya tidak terlalu besar, namun banyak warga yang memilih tempat ini dibandingkan tempat lain dikarenakan tidak banyak orang berjualan di tempat ini. dan juga lokasi yang sangat nyaman untuk bersatai.
Pantai Pasir Putih suka hujan merupakan destinasi wisata pantai yang berada sepanjang jalur pantai selatan antara Malimping dan Cihara, terletak di desa Suka Hujan Jaraknya sekitar 15 Km dari kota Malimping, pantai pasir putih ini memiliki latar belakang panorama alam pantai yang menakjubkan dengan hamparan pasir putih yang bersih yang diselingi karang-karang serta hiasan deburan ombak yang memukau akan memberikan fantasi rekreasi bagi anda, selain fotografi aktivitas lain yang sangat cocok adalah menikmati pemandangan pantai dan sunset disore hari, tidak jauh dari pantai itu terdapat pula pantai-pantai lain yang indah dan menawan yang akan melengkapi keindahan pantai selatan
Pantai Cihara berlokasi tidak jauh dari Pantai sebelumnya. Sebenarnya tempat ini jarang dikunjungi karena daratan berpasir yang sangat sedikit, selebihnya adalah karang yang menjulang tinggi besar. Pantai Cihara merupakan salah satu rangkain Pantai selatan yang berada di kecamatan Cihara Kabupaten Lebak memiliki pesona yang memikat, dihiasi dengan hamparan karang dengan warna biru laut yang memukau, dengan hiasan gelombang yang spektakuler akan memanjakan mata sepanjang perjalanan menuju pantai Sawarna karena memang letaknya berada disepanjang pantai Bayah – Sawarna, letaknya tidak jauh dari pantai Kota Malimping sekitar 14 Km. Selain keindahan pantai, hamparan sawah hijau akan melengkapi suguhan rekreasi liburan anda ke pantai Selatan Banten.
Pantai Karang Songsong merupakan salah satu objek wisata yang terletak di kecematan Bayah kabupaten Lebak yang unik dan menarik, karena memiliki karang-karang yang besar dan indah sebagai daya tarik khas pantai selatan, sertapengunjung bisa menikmati aktraksi pemandangan ombak laut silih berganti yang indah dan spektakuler dari shelter-shelter yang tersedia.Pantai ini terletak tidak jauh dari pulau Manuk, yang merupakan rangkaian bentangan pantai selatan Banten. Terletak sekitar 125 Km dari kota Rangkasbitung dapat ditempuh dengan kendaraan roda empat melalui Pandeglang – Malimping – Bayah atau Rangkasbitung – Gunung Kencana – Malimping – Bayah dengan kondisi jalan yang cukup baik. Aktivitas yang dapat dilakukan selain menikmati pemandangan alam juga dapat menjadi sebagai area memancing dan fotografi.
Bayah: Pantai sawarna, Karang Taraje,  Banyak sekali pantai di daerah ini, namun beberapa lokasi sudah berpemilik. jika ingin masuk maka kita harus mengeluarkan sedikit uang. Pantai Ciantir Sawarna Kecamatan Bayah kabupaten Lebak, merupakan pantai yang sangat indah dan menarik, dengan jarak kurang lebih 150 Km dari pusat kota Rangkasbitung menawarkan pesona pantai yang menakjubkan dengan ombak yang spektakuler sangat cocok bagi anda yang menyenangi olahraga selancar, dan telah menjadi surga baru bagi peselancar dari Australia, Jepang, Korea.Selain keindahan pantai, Sawarna terkenal dengan goa-goanya, salah satunya goa laylay atau goa kalelawar yang dihuni ratusan bahkan ribuan kalelawar, dan di dalam goa dapat disaksikan berbagai kehidupan satwa dan jernihnya air yang mengalir menyusuri goa.
Bayah : Pantai Pulau Manuk atau pulau burung di pantai bagian selatan Banten, Jaraknya tidak jauh dari pantai Sawarna. Pesona Pantai yang indah dihiasi dengan hamparan karang yang luas memberikan daya tarik yang unik, anda bisa menyaksikan karang yang sangat besar, serta karang itu telah banyak didatangi burung yang mempesona sehingga sangat cocok bagi anda yang menyenagi kegiatan fotografi.Selain Pulau Manuk, Banten selatan juga memiliki pantai-pantai dan indah sepanjang jalur Malimping – Sawarna. Seperti pantai Begedur, pantai Karang Taraje, Cibobos. Memancing, mencari kerang di laut dan rekreasi pantai merupakan aktivitas wisata yang favorit.
Pantai Tanjung Layar terletak tidak jauh dari pantai Ciantir Sawarna, Merupakan Pantai yang sangat indah dan mempesona dengan ombak yang sangat menakjubkan sangat cocok bagi anda yang menyenangi tanjung layar olahraga selancar dan fotografi. Hal yang unik dan menarik yaitu terdapatnya pemandangan karang kembar yang menjulang berbentuk kerucut, terjadi karena gejala alam yang terjadi ratusan tahun yang lalu, untuk menempuh lokasi ini sangat mudah karena dilalui oleh jalur transportasi umum dengan jarak sekitar 150 KM dari Rangkasbitung.
 Siang itu, kami terdampar di kediaman Hermanto Rt 03/01, Kabupaten Sukahujan, Malingping. Kelelahan, kelaparan, dan rasa kantuk menghampiri kita semua setelah perjalanan yang panjang dari bogor jelang subuh. Rasa lelah terobati dengan istirahat sejenak, rasa lapar hilang dengan menyantap makan siang dengan ikan laut, cumi, lalab, dan sambal, serta rasa kantuk pun hilang begitu saja ketika kami melihat lingkungan bersih, udara segar dan panorama pantai yang menyejukan hati.
 Di pantai pasir putih, kami berdecak kagum akan keindahan alam ini. Betapa luar biasanya pantai ini yang membuat hati ini tenang dan tentram. Tempat yang tepat untuk beristirahat dalam rutinitas yang padat, menenangkan diri dari kerasnya hidup, dan bersahabat dengan alam. Perubahan ke arah lebih baik menjadikan hidup ini lembut seperti pasir putih. Dinginnya air laut membuat adrenalinku bertambah untuk bisa merasakan deburan ombak biru. Pemandangan yang indah ini membuat pikiran jernih dalam angin yang menyejukan hati.
Kami bisa berpikir bahwa hidup ini indah seperti pantai pasir putih. Kami dapat berpikir bahwa arti hidup mempunyai warna tersendiri untuk setiap orang. Menurut Hermanto, arti hidup itu seperti abjad hidup yaitu hidup dimulai dari B (Birth) yang artinya lahir lalu diakhiri dengan huruf D (Dead) yang artinya mati dan ditengah-tengahnya ada C (Choice) yaitu pilihan. Menurut Riki, hidup adalah belajar: Belajar bersyukur meski tak cukup, belajar ikhlas meski tak rela, belajar memberi meski tak seberapa, belajar dan terus belajar, belajar sampai pada akhirnya Allah yg menyempurnakan. Menurut Abud, hidup yah hidup, jalani aja hidup apa adanya, jalani hidup ini yang diberikan oleh Tuhan kepada kita sebaik mungkin. Menurut Syahrul, hidup seperti tiga pintu yaitu pintu masa lalu, masa sekarang dan masa depan. Kita tidak bisa kembali ke pintu masa lalu karena pintunya sudah tertutup rapat-rapat. Kita juga tidak bisa masuk ke pintu masa depan karena kita sendiri tidak tahu, apakah pintunya terbuka atau tertutup untuk kita. Dan yang bisa kita lakukan adalah melakukan yang terbaik untuk hari ini sekarang juga.
Penghasilan utama dari Kecamatan Malingping adalah pertanian, pertambangan khususnya batu bara dan juga pariwisata, selain itu sumber daya laut yang ada juga sangat melimpah ruah. Kami sempat memasuki pasar ikan sorenya. Aneka udang, bandeng, lobster, dipajang begitu saja di lantai. Biasanya ikan-ikan di luar sana akan melaui proses penggaraman sebagai pengawetan karena butuh waktu yang lama untuk sampai ke konsumen. Akan tetapi, jika membeli ikan disini, tidak terasa asin karena tidak melalui proses penggaraman. 
 Kalau melihat potensi malingping dengan Pantai Selatan Jawa yang membentang panjang  dan sangat eksotik. Daerah ini sangat layak sekali untuk dikembangkan sebagai daerah wisata yang dapat menyerap sumber daya manusia dan juga menjadikan daerah ini menjadi lebih dikenal di negara ini. Hal ini memang berbeda sekali dengan daerah lain di wilayah provinsi banten yakni pantai carita, tanjung lesung dan pulau umang yang sudah meng-Indonesia yang ada di wilayah kabupaten pandeglang. Pada realitanya di sepanjang pantai malingping mulai dari daerah binuangeun sampai dengan bayah mulai dibangun villa-villa kecil dan juga restoran Sea Food.
Beberapa tempat penginapan di Malingping sudah mulai dibangun dengan harga kamar yang terjangkau, ada juga fasilitas AC. Pengusaha yang berada disana sudah mulai membangun resort-resort walaupun tidak banyak. Saya jamin anda tidak akan rugi melakukan jalan-jalan santai dengan teman, keluarga atau pacar ke Malingping. Jika anda sempat menyusur pantai selatan Jawa bagian barat, jangan hanya singgah ke Sarwana atau Bayah, kunjungi juga Malingping. Kujamin, anda akan temukan sensasi lain. Pantai, kesenyapan, dan nuansa yang lekat dengan era kolonial dulu, sunyi nan indah.
Jika Bali punya pantai kuteu, Malingping punyai pantai bageudur. Keindahan dan eksotisme pantai malingping yang masih murni alami bisa mengalahkan pantai kuteu yang terkenal itu. Yuk, Mari Ke Malingping.... 

Mari Belajar Merawat Indonesia_@Indonesiabisa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar