Senin, 16 September 2013

#prayforhabibmunzir



Inalillahi wa Innailahi Rojiun telah berpulang ke Rahmatullah Habib Munzir al Musawa dikarenakan sakit. #prayforhabibmunzir

Pimpinan sekaligus pendiri Majelis Rasulullah saw itu menghembuskan napas terahir di usia 40 tahun pada hari minggu, 15 September 2013 @ RSCM, Jakarta. #prayforhabibmunzir

Beliau merupakan seorang pendakwah terkemuka dalam mensyiarkan Islam di Indonesia. #prayforhabibmunzir

Dakwahnya dimulai dari rumah warga, mushola sampai ke mesjid-mesjid di Jakarta. Sampai sekarang jamaaahnya sudah mencapai ribuan orang.  #prayforhabibmunzir

Pengalaman mengaji dengan beliau, beliau mengajarkan kepada kita tentang kedamaian. #prayforhabibmunzir

Salah satu yang benar-benar tidak bisa dilupakan yaitu “Apapun golongan kalian, bendera kalian , dan darimana kalian tetaplah bersatu dalam panji-panji islam untuk menjadikan Indonesia sejahtera.” #prayforhabibmunzir

“Bersatulah untuk bisa menyelesaikan permasalahan Indonesia yang semakin hari, semakin bertambah.” Tegas Beliau. #prayforhabibmunzir

Suatu ketika, beliau pernah mengalami kecelakaan dan dioperasi tetapi setelah itu beliau tetap melaksanakan kewajibannya berdakwah menggunakan kursi roda dan tongkat. (Subhanallah, padahal kondisinya belum sembuh total). #prayforhabibmunzir

Benar sekali sabda Rasulullah bahwa diakhir jaman, ulama-ulama besar dan berilmu akan dicabut nyawanya. #prayforhabibmunzir

Terima kasih Habib Munzir yang telah memberikan pelajaran yang berharga untuk kita semua.
Semoga amal dan ibadah alm Habib Munzir al Musawa diterima disisiNya. Amin.
Semoga Majelis Rasulullah tetap melaksanakan syiar Islam. Amin.

-Habib Munzir bin Fuad al Musawa-
#prayforhabibmunzir





Rabu, 30 Januari 2013

Warna-warni Batik dalam Keragaman Nusantara

Oleh: Riki Laksa Purnama
Mahasiswa Biokimia, IPB

Saat ini, saya kuliah di salah satu universitas ternama di Bogor. Disana banyak sekali mahasiswa yang berasal dari Sabang sampai Merauke. Mereka berasal dari suku yang berbeda-beda, ada sunda, jawa, batak dan lain sebagainya. Dengan bahasa yang berbeda-beda tetapi kami tetap satu tujuan yaitu mencari ilmu. Perbedaan tersebut menjadikan keragaman dalam setiap orang karena semua orang unik dan mempunyai warna dalam karakternya masing-masing.  Apalagi lagi dengan pakaian adat dari daerah masing-masing menjadikan ciri khas dan nilai tambah tersendiri. 
Bahasa, suku dan budaya dari satu daerah ke daerah lain berbeda-beda akan tetapi ada salah satu hal kesamaan yaitu pakaiannya. Terlihat mereka menggunakan baju dengan corak garis-garis yang terukir dengan seni. Terpandang baju itu dengan warna-warni dalam nilai estetikanya. baju tersebut bernama batik. Batik adalah kerajinan dengan cara menuliskan corak di atas kain dengan menggunakan canting, cap, dan lain sebagainnya.
Saya terpesona dengan batik yang dipakai oleh teman-teman sehingga membuat hati saya dicuri oleh keindahan batik tersebut. Saya terkena virus merah muda (jatuh cinta) dan sulit terobati. Salah satu obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini yaitu dengan mengenakan batik.  Pertama kali memakai batik berwarna coklat dari pemberian ayah. Perasaan saya memakai batik sangat senang sekali, ingin rasanya sedikit berpamer ria dihadapan teman-teman.
Berbagai kepanitiaan yang saya ikuti di kampus menggunakan batik untuk semua panitia. Dengan harga yang bersahabat, kami semua bisa membeli batik tersebut. Ketika mengenakan pakaian batik, penampilannya terlihat sangat keren, cool, dan seperti mempunyai jiwa kedewasaan yang bijaksana. Ada warna batik merah-putih mencerminkan pemuda pemberani, warna hijau-coklat laksana pencinta lingkungan, biru-hitam menggambarkan orang yang bersahabat dan pastinya banyak warna-warni batik yang menjadi karagaman dalam melengkapi pakaiannya.
Penggunakan batik sudah menyebar di setiap kegiatan kemahasiswaan. Tidak hanya di kepantiaan saja, akan tetapi di setiap kegiatan kampus seperti Masa Perkenalan Kampus Mahasiswa Baru (MPKMB), Masa Perkenalan Fakultas (MPF) dan Masa Perkenalan Departeman (MPD) wajib menggunakan batik. Ditambah dengan acara seminar yang hampir seluruh pesertanya mengenakan batik.  
Pada dasarnya pakaian batik digunakan pada acara tertentu saja seperti undangan pernikahan, acara keagamaan, dan upacara lainnya. Tetapi sekarang batik menjadi suatu trend dan model di tanah air ini sehingga penggunaannya bisa di pakai oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Tidak hanya orang tua saja yang memakai tetapi orang muda pun ikut meramaikan budaya kita. Dengar-dengar batik sudah menyebar ke seluruh dunia, ayo kita-sama-sama warnai dunia ini dengan keragaman budaya kita.

Aku berbatik, aku bangga, Mari Belajar Melestarikan Budaya Indonesia . . .
Salam Indonesia
.